Hari gene… masih ada?

Mak oy, orang kayak gini gak salah nih? Sewaktu rapat MPR di awal jabatannya, teman2nya pada tidur di hotel yang fasilitasnya kurang dibanding fasilitasnya, eh doi malah milih tidur di ruang kantor. Nah, sekarang dia pas married malah manggil KPK buat jagain kado2 pemberian tamu. Trus, sebagian diberikan kepada negara lagi. Yang bahkan bagi sebagian besar manusia menganggap hal itu masuk wilayah pribadi, namun tidak bagi HNW (Hidayat Nur Wahid) dimana ini juga masuk wilayah publik yang melekat pada jabatannya.

Dimana toko dimana warung gak nemu yang kayak gini, tapi ya… ini.

Hidayat Serahkan Gratifikasi kepada KPK
Kamis, 26 Juni 2008 | 01:06 WIB

Jakarta, Kompas - Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Rabu (25/6), melalui stafnya, menyerahkan gratifikasi senilai Rp 68 juta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Gratifikasi itu, tutur Juru Bicara KPK Johan Budi SP, diterima ketika Hidayat melangsungkan pernikahan keduanya dengan Diana Abbas Thalib, Mei lalu.

Gratifikasi yang diserahkan itu terdiri dari Rp 29,2 juta, 3.610 dollar AS, dan 500 dollar Singapura. Menurut Johan, gratifikasi itu adalah bagian dari semua hadiah yang diterima Hidayat, yang tercatat sebanyak Rp 130 juta, 5.050 dollar AS, 500 dollar Singapura, cek perjalanan Rp 12 juta, serta voucher dari sebuah bank senilai Rp 5 juta.

Nantinya, uang yang diserahkan Hidayat akan diberikan kepada negara sebagai penerimaan negara bukan pajak. Langkah yang dilakukan Hidayat adalah teladan baik yang pada masa mendatang layak dilakukan semua pejabat negara.

Pada hari yang sama, KPK bersama Universitas Paramadina, Jakarta, menggelar diskusi bersama membahas mata kuliah antikorupsi. Menurut Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan, mahasiswa layak dibekali materi tentang pencegahan korupsi. (jos)

Leave a Reply