Inflasi Maret 09: 0,08%???
Sebagai bagian dari prediksi inflasi tahunan untuk tahun 2009, saya telah memprediksikan bahwa inflasi pada bulan Maret ini adalah sebesar 0,08%. Angka ini sudah dikalkulasikan di awal tahun sebagai bagian dari prediksi inflasi tahun 2009 sebesar 2,59%. Besarnya inflasi di bulan Januari meleset lumayan jauh dari prediksi, akibat dari besarnya dukungan pemerintah dan bank sentral dalam mendukung terjadinya inflasi terlebih setelah resesi terjadi di banyak negara. Setelah Januari berlalu, langkah yang diambil tidak lagi drastis. Hal ini mungkin yang menyebabkan prediksi inflasi Februari saya hampir tepat di 0,22%, dimana inflasi Februari sebenarnya berada pada 0,21%.
Inflasi Februari 0,21%
Berdasarkan informasi yang disajikan oleh Detik.com, inflasi di bulan Februari sebesar 0,21%. Jauh berbeda dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang malah -0,07% atau terjadi deflasi. Beberapa faktor yang mendukung didapat dari nilai tukar Rupiah yang lumayan tinggi terhadap US$ selama bulan Februari. Hal ini mengakibatkan harga produk konsumsi masyarakat meningkat. Produk konsumsi ini meliputi bahan makanan, pakaian, kebutuhan perumahan lainnya seperti gas dan air.
Inflasi Januari 2009: -0,07%
Kesimpulannya, pada bulan Januari 2009 terjadi Deflasi sebesar 0,07%. Prediksi saya sebagaimana telah disampaikan untuk inflasi tahunan adalah pada kisaran 2-4%. Sedangkan prediksi untuk bulan Januari sebesar 0,37. Walaupun cukup berbeda dengan realisasinya yang terjadi Deflasi, tetapi saya cukup puas dengan prediksi saya. Deflasi tersebut sangat didukung oleh penurunan harga BBM. Peluang untuk Deflasi lanjutan di bulan Februari juga terbuka lebar disebabkan beberapa hal yaitu efek dari penurunan suku bunga BI, penurunan harga BBM, dan penurunan biaya transportasi.
Nambah Banyak yang Mendukung Prediksi Inflasi
Sebagaimana teman-teman ketahui, saya telah memprediksikan inflasi di tahun 2009 akan ada di rentang 2-4% berdasarkan perhitungan yang sudah saya buat. Walaupun pada awal tahun ini beberapa lembaga resmi dan analis masih banyak yang memprediksi inflasi berada di kisaran di atas 6%. Namun saya masih tetap keukeh dengan prediksi saya, tentunya karena didukung dengan perhitungan sendiri. Hari ini Deputi Gubernur BI menyatakan kemungkinan inflasi tahun ini ada di 5-6%, yang mana tidak sejalan dengan prediksi BI sendiri di awal tahun.
BI Rate Decreases to 9.25%
Dua minggu lalu, BI menurunkan suku bunga SBI. Penurunan BI Rate ini telah diperkirakan sebelumnya, hanya saja BI kelihatannya masih ragu pada efek yang akan ditimbulkan akibat penurunan BI Rate ini. Namun, apa yang menjadi ketakutan BI sepertinya tidak terjadi. Dimana kurs Rp malah semakin menguat dan IHSG juga naik. Sebagaimana disampaikan banyak ahli ekonomi, ketakutan BI akan dampak negatif penurunan suku bunga tidak beralasan dikarenakan pasar sedang lesu yang malah membutuhkan penurunan suku bunga. Selain itu, jumlah uang asing juga sudah menurun jauh sehingga tidak akan memiliki dampak negatif yang besar.
Hal ini tentu saja didukung oleh kebijakan BI yang telah dikeluarkan beberapa waktu yang lalu dengan bekerja sama dengan Departemen Keuangan. Secara keseluruhan, kebijakan pemerintah sudah sangat mendukung guna mencapai penurunan harga yang berujung pada inflasi. Dengan pola inflasi normal seperti pada tahun 2006 dan 2007 maka saya prediksikan inflasi bulan Desember 2008 tidak akan melebihi 0,4%. Dengan pola yang sama juga saya memprediksikan inflasi tahun 2009 sebesar 3% (+/-1%) atau rentang 2-4%. Bagaimana analisanya akan disampaikan pada postingan berikutnya.
Saran, kalau mau ambil kredit sebaiknya tunggu pertengahan tahun 2009.




