BI, Turunin Suku Bunga 1% dong
Sebagaimana telah diumumkan oleh Badan Pusat Statistik bahwa inflasi untuk bulan Februari hanya sebesar 0,21%. Jadi, selama 2 bulan di tahun 2009 ini telah terjadi inflasi sebesar 0,14%. Sedangkan untuk 12 bulan penuh hingga Februari 2009, inflasi telah mencapai 8,6%.
Inflasi Januari 2009: -0,07%
Kesimpulannya, pada bulan Januari 2009 terjadi Deflasi sebesar 0,07%. Prediksi saya sebagaimana telah disampaikan untuk inflasi tahunan adalah pada kisaran 2-4%. Sedangkan prediksi untuk bulan Januari sebesar 0,37. Walaupun cukup berbeda dengan realisasinya yang terjadi Deflasi, tetapi saya cukup puas dengan prediksi saya. Deflasi tersebut sangat didukung oleh penurunan harga BBM. Peluang untuk Deflasi lanjutan di bulan Februari juga terbuka lebar disebabkan beberapa hal yaitu efek dari penurunan suku bunga BI, penurunan harga BBM, dan penurunan biaya transportasi.
Nambah Banyak yang Mendukung Prediksi Inflasi
Sebagaimana teman-teman ketahui, saya telah memprediksikan inflasi di tahun 2009 akan ada di rentang 2-4% berdasarkan perhitungan yang sudah saya buat. Walaupun pada awal tahun ini beberapa lembaga resmi dan analis masih banyak yang memprediksi inflasi berada di kisaran di atas 6%. Namun saya masih tetap keukeh dengan prediksi saya, tentunya karena didukung dengan perhitungan sendiri. Hari ini Deputi Gubernur BI menyatakan kemungkinan inflasi tahun ini ada di 5-6%, yang mana tidak sejalan dengan prediksi BI sendiri di awal tahun.
Bunga Kredit Turun Segera
Setelah menunggu beberapa lama atas berita ini, akhirnya para bank BUMN sudah bersedia segera menurunkan suku bunga kredit. Hal ini akan menambah daya beli para konsumen bank. Namun disayangkan atas rendahnya tingkat bunga yang akan diturunkan. Di saat BI menaikkan suku bunga maka serta merta bank-bank menaikkan suku bunga kredit dengan proporsi yang lebih besar. Konsumen juga berharap bank dapat menurunkan suku bunga kredit dengan proporsi yang sama. Jangan-jangan bank-bank tengah mengail di air keruh, di saat pasar sedang lesu, maka memaksimalkan konsumennya sebagai ladang pendapatan. Iya gak sih?
*****************************************************************************
JAKARTA, SELASA — Bank-bank milik pemerintah kompak menurunkan suku bunga kredit mereka. Salah satu yang menjadi alasan mereka menurunkan kredit ini sebagai tanggapan atas penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI rate.
Indonesia: Carry Trade Target
How does Carry Trade target Indonesia can be possible? There are at least 3 reasons. They are the rate spread, liquidity adequacy, and currency price.
Indonesia Economic Outlook (2-revised): BI Rate 4-6%
This is a revised version compared to the previous version. It dues to the different rate. I predicted the rate would go in a range of 6-8% mostly because the Central Bank may play hard on the rate. I believe that the Central Bank would stick to its Inflation Targeting Program. However, I had reviewed the last action by the Central Bank which do not relate anymore with its Inflation Targeting. This shows that the Central Bank would cut the rate further in the next 11 months and put the Inflation Targeting aside.
BI Rate Decreased to 8.75%
Today, The Central Bank just finished its Board Meeting and decided to decrease rate of 0.5% to 8.75%. This is a bit closed to what market expected of 8.5%. Yet, there is still months to go before the rate gets lower as low as 6%.
As inflation decreases in months ahead, the Central Bank may have rooms to position its rate. If it can be cut by 0.25 every month in the next 11 month, then it will be 6.25% by the end of 2009.
Hope, the elections are going to be peacefully and successfully in the next April .
BI Rate Decreases to 9.25%
Dua minggu lalu, BI menurunkan suku bunga SBI. Penurunan BI Rate ini telah diperkirakan sebelumnya, hanya saja BI kelihatannya masih ragu pada efek yang akan ditimbulkan akibat penurunan BI Rate ini. Namun, apa yang menjadi ketakutan BI sepertinya tidak terjadi. Dimana kurs Rp malah semakin menguat dan IHSG juga naik. Sebagaimana disampaikan banyak ahli ekonomi, ketakutan BI akan dampak negatif penurunan suku bunga tidak beralasan dikarenakan pasar sedang lesu yang malah membutuhkan penurunan suku bunga. Selain itu, jumlah uang asing juga sudah menurun jauh sehingga tidak akan memiliki dampak negatif yang besar.
Hal ini tentu saja didukung oleh kebijakan BI yang telah dikeluarkan beberapa waktu yang lalu dengan bekerja sama dengan Departemen Keuangan. Secara keseluruhan, kebijakan pemerintah sudah sangat mendukung guna mencapai penurunan harga yang berujung pada inflasi. Dengan pola inflasi normal seperti pada tahun 2006 dan 2007 maka saya prediksikan inflasi bulan Desember 2008 tidak akan melebihi 0,4%. Dengan pola yang sama juga saya memprediksikan inflasi tahun 2009 sebesar 3% (+/-1%) atau rentang 2-4%. Bagaimana analisanya akan disampaikan pada postingan berikutnya.
Saran, kalau mau ambil kredit sebaiknya tunggu pertengahan tahun 2009.




